Livewire atau Inertia, mana yang lebih baik?

Livewire atau Inertia, mana yang lebih baik?

Livewire atau Inertia, mana yang lebih baik? Pertanyaan yang sering kali ditanyakan para pengguna framework Laravel. Keduanya kini sedang populer dalam pembangunan aplikasi web modern. Umumnya, kedua alat tersebut digunakan untuk membuat Single Page Application (SPA). Namun baik Livewire ataupun Inertia, keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam pengembangan web. Mana yang lebih baik? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa itu Livewire?

Livewire adalah sebuah framework Laravel yang memungkinkan Anda untuk membangun antarmuka pengguna yang interaktif secara real-time tanpa perlu menulis kode JavaScript. Livewire menggunakan komponen Laravel Blade untuk membuat antar muka yang responsive dan interaktif. Jadi kemudahan dalam pengembangan web menggunakan Laravel sebelumnya dibawa secara utuh ke Livewire.

Livewire membuat programmer yang awam dengan javascript bisa membuat web modern dengen fitur laravel sepenuhnya. Karena terintegrasi erat dengan framework Laravel, memungkinkan pengembang untuk membuat antarmuka pengguna interaktif tanpa harus menulis banyak kode JavaScript.

Kelebihan Livewire

  1. Pemrograman Sederhana: Dengan menggunakan sintaks Blade dan PHP yang sudah dikenal oleh banyak pengembang Laravel, Livewire membuatnya mudah bagi mereka yang tidak terbiasa dengan JavaScript untuk membangun antarmuka yang interaktif. Baik secara adaptasi ataupun kemudahan, programmer sangat dimanjakan dengan Livewire.
  2. Real-time Updates: Livewire memungkinkan fitur real-time pada aplikasi web tanpa harus menulis banyak kode JavaScript tambahan.
  3. Integrasi dengan Laravel: Dikembangkan dengan Laravel, Livewire terintegrasi dengan baik dengan ekosistem Laravel yang ada, mempermudah proses pengembangan. Baik ORM maupun fitur bawaan lainnya, bisa digunakan dengan sempurna pada framework ini.
  4. SEO Friendly: Karena menggunakan server side rendering, jadi lebih ramah untuk urusan SEO.

KEKURANGAN LIVEWIRE

  1. Kinerja Terbatas: Karena Livewire beroperasi di sisi server, aplikasi kompleks atau yang memiliki banyak permintaan real-time mungkin mengalami masalah kinerja.
  2. Beban Server: Livewire membuat semua perubahan status dilakukan melalui permintaan AJAX. Sehingga memungkinkan untuk peningkatan load server untuk permintaan render komponen.
  3. Logic Bercampur: Livewire mencampur antara Frontend dan Backend. Sehingga dikala mengharuskan troubleshooting agak lebih sulit untuk mencari pada logic yang bercampur.

APA ITU INERTIA?

Inertia adalah sebuah library untuk menghubungkan backend (tidak spesifik Laravel) dengan frontend framework, seperti Vuejs dan React. library ini menggunakan JSON Protocol Specification, sehingga Frontend bisa dirender melalui routing Laravel dengan membawa data. Dalam situs resminya, mereka sendiri menyebutnya dengan Modern Monolith.

Jadi biasanya membuat Single Page Application (SPA) menggunakan frontend framework macam Vuejs atau Reactjs harus terpisah dengan backendnya. Inertia bekerja seperti adapter, mengkomunikasikan Frontend berbasis javascript dengan Laravel sebagai backend. Kemudian data yang dikelola backend bisa dikonsumsi backend tanpa ada pemisahan.

KELEBIHAN INERTIA

  1. Pengalaman Pengembangan yang Konsisten: Inertia memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan teknologi frontend modern tanpa meninggalkan ekosistem Laravel. Jadi baik Controller, Model atau pun Repository dibuat sesuai dengan aturan main dari Larael itu sendiri.
  2. Kinerja yang Baik: Karena Inertia berjalan di sisi klien, aplikasi cenderung memiliki kinerja yang lebih baik, terutama dalam situasi yang membutuhkan banyak interaksi pengguna. Inertia tidak merender secara keseluruhan data komponen ketika berinteraksi dengan server.
  3. Fleksibilitas: Inertia dapat digunakan dengan berbagai teknologi frontend, memberikan fleksibilitas dalam memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Bukan hanya Vuejs atau Reactjs, Svelte dan Angular juga bisa menggunakan library ini.

KEKURANGAN INERTIA

  1. Ketergantungan pada JavaScript: Pengguna Inertia harus memiliki pengetahuan dasar tentang JavaScript dan framework frontend yang dipilih.

Jadi, pilih mana?

Tergantung dari mana kamu memulai. Jika kamu adalah orang yang terbiasa dengan javascript framework pilih Inertia. Inertia memberikan solusi kemudahan dari rumitnya pengembangan moderm web dengan framwork javascript. Tidak perlu lagi pusing masalah state management, routing, session, cookies semua sudah terintegrasi dengan Laravel.

Jika kamu benar-benar awam dengan javascript frontend macam Vuejs dan Reactjs, Livewire adalah pilihan yang sempurna. Livewire memberikan kemudahan dan optimalisasi dalam pengembangan web modern menggunakan Laravel. Walau javascript yang minim, kita masih bisa membuat website modern dengan cepat dan mudah.

Penulis sendiri menggunakan keduanya untuk bekerja dalam project. Livewire untuk skala kecil yang membutuhkan kecepatan, Inertia untuk aplikasi yang membutuhkan interaksi yang mulus. Salah satu project kami adalah React Inertia Starter Pack yang bisa diunduh di github berikut: https://raincode.my.id/laravel-react-inertia-starter-pack/.

APA YANG INGIN DICAPAI LIVEWIRE DAN INERTIA?

Selama beberapa tahun terakhir, single-page applications (SPAs) semakin populer. Anda memuat JavaScript dan aset sekali, kemudian semua tautan di halaman tersebut tidak memuat ulang halaman secara penuh, hanya memuat ulang bagian-bagian tertentu. Pengalaman pengguna menjadi lebih baik, tetapi masalahnya adalah bahwa teknologi itu membutuhkan banyak waktu untuk dibuat dengan benar. Anda perlu memperhatikan dua bagian terpisah: front-end dan back-end, dan kemudian tautan di antara keduanya, termasuk routing, keamanan, dan sebagainya. Jadi, pada suatu titik, beberapa pengembang berpikir untuk menyederhanakannya dengan cara tertentu. Itulah bagaimana Livewire dan Inertia.js lahir, kurang lebih pada waktu yang sama, dan keduanya menjadi cukup populer

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *